seorang gadis kecil beranjak dewasa . punya pengalaman hidup yang begitu nyata tak seperti kebanyakan disinetron. dia gadis yang semasa kecil paling jago telusuri hutan, mandi dikali, jelajahi pasar, naik sepeda keliling kampung disiang bolong, manjat pohon kersen, berkelahi sm cowok, lari2an tanpa pake sendal. tapi dia juga gadis yang sangat anggun dengan koleksi boneka barbie plus gaunnya, prmainan bongkarpasangnya, lompat talinya, bola bekel dan batunya, juga koleksi pernak pernik aksesoris rambutnya dimulai dari bando plus wignya, jepitan pita, kupu2, karet pengikt rambut warna warni, dan kesukaanya menonton film kartun cibi marukocan. dia jelas menikmati masa kecilnya dengan bahagia . meskipun terkadang dipukuli sama bapaknya gara2 cengeng, di jitak kepalanya sm mamanya karena suka keluyuran atau malas2an gak mau bantu mamahnya bersih2 rumah atau masak didapur. iya dia gadis pemalas. :) tapi dia bisa bersihin rumah sampe ke detil kecil sudut rumahnya kalau moodnya...
pertama kali bertemu denganmu memang sebuah rencana jauh2 hari setelah kita tanpa diduga saling kenal didunia maya waktu itu. berproses hingga saat sekarang cinta membawa kita kepada sebuah pertahanan untuk saling memiliki hingga kelak kita dimilki tuhan kembali. selalu saja tetap menggelitik dihati tiap kali mendengarmu ingin bertemu denganku ataukah saat kau mengucap kata cintamu. ada saja rindu yang membludak dibeberapa jam setelah pertemuan. ada saja keinginan tak mau berjarak antara satu sama lain. juga ada saja doa yang selalu terpanjatkan dari kita untuk kita melewati kuasa Tuhan. semua masih saja luar biasa menurutku meskipun hari2 kita kedengarannya biasa2 saja menurut mereka. hari ini, alasan lain muncul. lagi2 tak diduga . bukan lagi bertemu denganmu . tapi dengan mereka . keluargamu.. untuk yg pertama kali. rasanya seperti pertama kali bertemu denganmu waktu itu. dimulai dengan perasaan kacau didepan lemari pakean. kemudian gregetan didepan cermi...
Merambah duniaku kembali.. Melintasi pikiran ini.. Merasuk sesak dirohani.. Menjelma menjadi percik darah dari tubuh ini. Menangkis alam bawah sadar yg terbantai.. Membuka lembar memori yg melambai. Segenap sangkalan hati.. Tapi tak kuat menghakimi .. Kalau2 dulu aku sendiri Tak akan sprti ini.. Batinku pun terbantai.. Emosi itu mencacii Terasa sesak sekali.. Knp mesti kali ini ! Disaat ia tak peduli .. Teriakkanku pun tak disadari! Mampukah aku terus memaki diri! Ah.. Gejolak ini hanya ilusi. Tak apalah kusimpan dipetimati. Agar dunia mengiranya mati !!!!!!!! Kelak kalo iaa kembali.. Mudah2an itu hanya mimpi !! by fifit.
Comments
Post a Comment